Berita Politik Terkini

Bantah SBY, Ma’ruf Amin Kampanye Program Daripada Politik Identitas

Berita Politik Terkini – Calon Wapres Nomor Urut 01 Ma’ruf Amin membantah ucapan dari Ketua Umum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono yang juga mengatakan bahwa di dalam Pilpres tahun 2019 ini sangat maraknya pertarungan Politik identitas dari pada program yang berkualitas. Ma’ruf ini mengklaim bahwa pihak nya juga sudah mengkampanyekan program program yang berguna untuk rakyat kedepannya.

“Saya rasa tidak ada politik identitas. Justru mengadu program. Bagaimana apa yang juga sudah ada juga apa yang akan ada,” Kata Ma’ruf di rumah Situbondo, Jakarta Pusat, Senin (12/11) sesuai kutipan Berita Politik Terkini. Ma’ruf juga menjelaskan bahwa timnya selama ini juga memperjuangkan suatu landasan, capaian dan juga perolehan didalam pemerintahan Jokowi tersebut. Dia juga mengaku akan selalu menekankan jika apa yang memang sudah dikerjakan ini agar bisa menjadi manfaat yang lebih besar lagi di kemudian harinya.

“Membebesar kemaslatan, melakukan atau menambah penyesuaian atau juga mengadjust, agar bisa menyempurnakannya. itu juga merupakan suatu pendekatan programming, pendekatan konsep yang juga bagaimana bisa membangun ke depannya, tidak ada identitas,” Kata Ketua MUI tersebut.

Ma,ruf juga membantah jika adanya deklarasi ulama dan juga kiai yang dikaitkan dengan politik identitas ini sendiri. Menurutnya, itu karena adanya pihak yang juga bisa mendeklarasikan dukungan yang memang memiliki kesamaan dengan pasangan calon presiden tersebut.

“Tapi jika misalnya orang orang NU mau mendukung orang NU itu sih  wajar saja. Misalnya saja pemimpin NU-nya dia dukung, itu juga bukan merupakan politik identitas tapi memang merasa adanya kesamaan,” Kata Capres tersebut. Ma’ruf ini sendiri juga tidak mau berkampanye dengan politik identitas. Dan kedua belah pasangan calon juga sudah sepakat tidak memainkan politik identitas tersebut.

Sebelum diberitakan, presiden ke-6 Indonesia Susilo Bambang Yodhoyono ini menilai pertarungan Pilpres tahun 2019 ini lebih ke arah politik identitas ketimbang dengan program dan juga solusi yang akan ditawarkan. Dia juga terus menerus berharap bahwa pemilu yang berlangsung ini demokratis dan juga damai.

Menurutnya Kontestasi Pilpres 2009 sampai dengan 2014 ini memang sangat keras dan juga konfrontatif, namun juga bisa untuk berjalan dama dan juga demokratif. Demokrat, katanya, tidak ingin kontestasi Pileg dan juga Pilpres 2019 yang juga prosesnya ini dimulai sekarang dan tidak mengarah ke disintegrasi dan juga menggangu kerukunan serta persatuan bangsa.