Berita Sulteng Terkini

BNPB: Korban Meninggal Dunia Sulteng Mencapai 2.081 Jiwa

Berita Sulteng Terkini – Kepala pusat Data, Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho menjelaskan bahwa Jumlah korban yang meninggal akibat gempa bumi dan tsunami yang melanda di Sulawesi Tengah pada tanggal 28 September 2018 dengan kekuatan 7,7 SR yang terjadi pada pukul 17.02 WIB, dengan kedalaman 10 km.

Tercatat bahwa 2,018 korban jiwa meninggal dunia, Jumlah yang tercatat hingga 25 Oktober 2018, didapatkan dari beberapa lokasi yakni Donggala, Palu, Sigi serta Moutoung.

Baca Juga: Huntara Yang Dibangun Untuk Korban Bencana Sulteng

Perinciannya adalah 1,706 Jiwa di Palu, 188 Jiwa di Sigi, 171 Jiwa di Donggala, 15 Jiwa di Moutoung dan 1 Jiwa di Pasang Kayu, berdasarkan yang dijelaskan oleh Sutopo Purwo Nugroho selaku Kepala Pusat Data di Kantor BNPB pada tanggal (26/10/2018).

Penanganan darurat dampak gempa bumi dan tsunami di Sulawesi Tengah tengah masih akan diteruskan yang dimana hari terakhik penanganan akan dilakukan hingga 26 Oktober 2018.

Percepatan Pemulihan dampak bencana akan terus di intensifkan dan sudah ada beberapa Huntara yang dibangun untuk para korban yang masih hidup yang berada di kemah penampungan yang berada di sejumlah titik.

Pelayanan Medis,Perbaikan Infrastruktur dasar,Kebutuhan dasar pengungsi dan Normalisasi kehidupan Masyarakat akan terus di tingkatkan secara penuh oleh Pemerintahan Indonesia dibantu dengan sumbangan yang telah berhasil dikumpulkan guna untuk membangun kembali dampak dari bencana alam gempa dan tsunami yang terjadi di Sulawesi Tengah.

Sutopo juga menjelaskan bahwa, Korban meninggal akibat tertimpa reruntuhan bangunan saat gempa dan dampak tsunami. Sebanyak 2.081 Jenazah yang terindentifikasi telah dimakamkan secara massal.

Berdasarkan sumber Berita Sulteng Terkini bahwa pemakaman juga terbagi dimana 1.025 orang dimakam secara massal dan 1.56 di pemakaman keluarga.

Untuk Korban luka berat hingga luka ringan sendiri sudah tercatat sebanyak 12.568 jiwa dengan rincian 4.438 luka berat dan 8.130 luka ringan.

Masih ada sekitar 1.309 Korban hilang, pengungsi yang mencapai 214.925 jiwa dengan adanya 112 titik yang berada di Sulawesi Tengah serta 8.731 jiwa yang berada di Luar Sulawesi Tengah.