OCday

OCday Akan Dipercepat Pengembangan Sekolah Ramah Anak

Yohana Yesbise, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Juga Perlindungan Anak RI mengharapkan kegiatan di Hari Belajar diluar Kelas atau OutDoor Classroom Day (OCday) tidak hanya dilakukan setahun sekali saja dengan inovasi beragam yang dilakukan oleh pihak sekolah.

“Kampanye global ini juga akan perlu untuk direspon dengan positif. Saya juga berharap kegiatan tersebut akan bisa mendorong percepatan pembentukan serta juga pengembangan sekolah yang ramah anak agar bisa banyak anak anak yang terlindungi di sekolah,” Kata Yohana Yebise, yang menghadiri OCday Di SD Negeri 2 Lateri Ambon.

Pada Tahun ini sudah tercatat lebih dari 1 juta anak dari 10 ribu satuan pendidikan yang ada pala seluruh pelosok tanah air ini sudah ikut berpartisipasi didalam kegiatan OCday. OCday ini mencatat 3.464.843 anak-anak yang ada di 27.819 sekolah diseluruh dunia ini sudah terlibat dalam OCday.

Hari ini, adalah OCday dilaksankan bersama-sama disekolah yang ada di dunia dan Indonesia, Sekaligus ini juga sebagai partisipasi agar bisa memperingati Hari Anak Internasional tersebut. Kegiatan ini juga merupakan suatu upaya agar bisa mendukung Sekolah Ramah Anak (SRA), agar melangsungkan kegiatan belajar dengan Outdoor, atau OCday.

Deputi, Menteri PPPA Bidang Tumbuh Kembang Anak, Lenny N. Rosalin, mengatakan pelaksanaan OCday dari SRA adalah salah satu upaya agar bisa memenuhi hak anak serta melindungi mereka semua dari kekerasan, eksploitasi dan juga diskriminasi ketika berada disekolah.

“Salah satu indikator bagaimana terbentuknya Sekolah Ramah Anak ini merupakan kegiatan belajar diluar kelas. Sekolah Ramah Anak ini juga akan bisa membantu untuk mewujudkan kondisi yang aman, nyaman dan menyenangkan selama anak anak berada disekolah,” Kata Lenny.

Karena itu, menurunya belajar diluar kelas ini akan sangat dibutuhkan agar bisa menunjang proses belajar ramah anak. dan dengan begitu juga akan bisa diharapkan bagaimana kesehatan mental serta juga fisik anak anak kita ini akan semakin baik.

“Membuat mereka akan bisa melakukan banyak aktivitas yang juga akan baik agar bisa berkembang. Sekolah Ramah Anak ini juga sudah sangat luar biasa didalam membantu untuk menciptakan suasana yang juga membangun karakter positif anak yang akan penuh keakraban dan persaudaraan” Jelasnya.

Indonesia sendiri sudah memulai mengikuti OCday pada tahun 2017, yang awalnya dari kerja sama antara Deputi Menteri PPPA Bidang Tumbuh Kembang Anak dengan Ketua OCday Global yagn sedang berpusat di London Tersebut.  pada saat pertama kali ikut, Indonesia akan bisa menjadi katerogi yang terbaik kedua setelah Inggris. hal tersebut juga tercapai karena jumlah sekolah yang sudah melaksanakan OCday pada indonesia ini sangat banyak dengan berbagai macam tema. Pada Tahun 2018, Indonesia Berpartisipasi kembali dengan jumlah SRA sebanyak 11.097 pada 236 kota Di 34 Provinsi yang diikutsertakan.

Tahun ini, OCday dilaksankan dengan menggunakan Konsep yang lebih variatif lagi pada tahun yang sebelumnya. dan juga sudah Terdapat 17 Langkah kegiatan dan juga 10 nilah positif yang dilakukan oleh anak anak dalam durasi waktu 3 jam. Dari 17 langkah kegiatan ini, Anak-anak diharapkan untuk bisa menerapkan dan juga berperilaku yang akan memenuhi 14 unsur, seperti pembentukan karakter yang positif, iman dan taqwa, kesehatan, adaptasi para perubahan iklim, cinta tanah air, pelestarian, permainan tradisional, cinta tanah air, pengurangan resiko bencana, literasi serta mendorong sekolah yang ramah anak.

Pelaksanaan OCday ini sejalan dengan amanat yang disampaikan oleh Sang Presiden Joko Widodo agar semua sekolah harus melakukan proses pembelajaran diluar sekolah lebih banyak dengan presentase 60% daripada belajar didalam kelas. Hal tersebut jgua dimaksudkan agar proses pembelajaran ini akan bisa menjadi lebih menyenangkan lagi, tidak membosankan, dan sekaligus memberikan tantangan yang berbeda untuk anak-anak.