Berita Seputar Lion Air Indonesia

Puing Pesawat Lion Air JT-610 Sebagian Sudah Diangkut

Berita Seputar Lion Air Indonesia – Kepala Basarnas, Marsekal Madya Muhammad Syaugi ini mengatakan bahwa pihaknya sudah mengangkut semua serpihan dari pesawat Lion Air JT610 Dari Permukaat air yang ada di Tanjung Karawang, Lokasi dari jatuhnya pesawat ini.

“Kalau yang ada pada atas permukaan juga sudah kami ambil semua, sudah kita collect semuanya,”Kata Muhammad Syaugi pada saat memberikan sedikit keterangan kepada para wartawan di Dermaga JICT II, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Selasa (20/10/2018) kepada wartawan Berita Seputar Lion Air Indonesia.

Muhammad Syaugi ini mengatakan, dari total 24 banyaknya kantong jenazah yang dibawah oleh 7 kapal dari tim SAR gabungan dari Perairan Tanjung Karawan, 14 kantong diantaranya adalah berisi berbagai barang barang yang diduga milik korban Pesawat naas tersebut. Sementara 10 kantong jenazah lainnya ini berisikan bagian tubuh korban yang terpecah pecah.

Muhammad Syaugi ini mengatakan, agar bisa menemukan Black Box Lion Air JT610, Basarnas juga perlu mencari main body dari pesawat ini lebih dulu. ”Kita pastinya juga ingin mencari body dari pesawatnya dulu. biasanya kan ini juga tidak jauh dari body pesawatnya. kalau sudah ketemu, saya sangat yakin pasti tidak akan jauh jauh dari sana,” Kata Muhammad Syaugi. Jadi para tim SAR Gabungan yang ada Pada Perairan Tanjung karawan ini masih terus menerus mencari Serpihan main body dari pesawat tersebut agar bisa mengetahui kronologi kejadiannya melalui Black box.

Diberitakan pada sebelumnya, Pesawat dari Lion Air JT610 yang terbang dari Bandara Soekarno-Hatta Banten ini menuju Bandara Depati Amir Pangkalpinang dilaporkan sudah hilang kontak pada tanggal 29 Oktober 2018 sekitar pukul 06.33 WIB Senin (29/10/2018) pagi.

Pesawat ini berangkata pada pukul 06.10 WIB dan jika sesuai dengan jadwal akan tiba Di bandara Depati Amir PangkalPinang pada Pukul 07.10 WIB. Pesawat ini jgua sempat untuk meminta return to base (kembali ke bandara) sebelum akhirnya pesawat tersebut hilang dari radar. Pesawat ini membawa 178 penumpang Dewasa, 1 penumpang anak-anak dan 2 bayi dengan 2 pilot dan 5 pramugari.