Presiden Jokowi

Sepakterjang Dua Mantan Jendral Pembela Jokowi

Sudah lebih dari 4 tahun memimpin Republik indonesia, Presiden Jokowi Cukup Sering Mendapatkan Kritik dari berbagai oposisi. Pihak oposisi mengatakan, pemerintahan Jokowi ini sangat banyak kekurangan, dan bahkan dinilai gagal.

Namun, Presiden Jokowi didalam berbagai macam momen ini terkadang menjawab sendiri Kritik serta oposisi tersebut. Namun, Terkadang orang orang yang ada di dekat Presiden Jokowi yang berada didalam lingkaran istana yang membela.

Nah, dari beberapa para pembela Presiden Jokowi, ada dua Mantan Jenderal yang cukup vokal membela Sang Presiden ketika diserang berbagai Kritik. Beriku Sepakterjangnya:

1.Moeldoko, mantan panglima TNI

Sosok Dari Moeldoko dari berbagai pernyataannya untuk mengkritik balik para Oposisi. Moeldoko merupakan seorang mantan Panglima TNI. dan sebelumnya dia juga pernah menjabat menjadi Kepala Staf TNI-AD.

Setelah sudah pensiun dari dunia Militer, Moeldoko ini ditujuk menjadi Kepala Staf Kepresidenan Indonesia oleh Presiden Jokowi. Moeldoko dilantik langsung oleh Presiden Republik Indonesia pada tanggal 17 januari 2018.

Sebagai kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko ini memiliki suatu tugas untuk menyelenggarakan pemberian dukungan untuk presiden dan juga wakil Presiden didalam melaksanakan Pengendalian Program-Program Prioritas nasional, Komunikasi Politik, serta Pengololaan Osu yang strategis.

Presiden Jokowi

2.Moeldoko Kritik Keras Para Oposisi

Setiap kali Presiden Diserang oleh kritik, Moeldoko ini selalu membela Presiden Jokowi. Seperti ketika Prabowo Subianto mengatakan 99% rakyat Indonesia Masih Hidup dengan pas-pasan. Moeldoko Mengatakan Pernyataan tersebut tidak memiliki data dan fakta.

“Kita bicara sesuai data, bukan hanya nyeplos. Kita ini kan dikontrol semua orang. kalau pemerintahan berbicara sembarangan, tidak bisa. Karena dikontrol oleh semua bank. Bank dunia atau semua. Kalau ngomong tidak berdasarkan data, tapi berdasarkan perasaan,”Kata Moeldoko.

Selain itu, pada saat beberapa pihak menanggap PP nomor 20 tahun 2018 tentang TKA salah arah, Moeldoko juga memberikan penjelasan.”Cara melihatnya jangan dari dengan sisi sempit. Seolah olah bangsa kita jadi seorang penakut. Maaf agak kasar ngomongnya saja. Jangan, kita tidak boleh takut menghadapi situasi ini, karena kita hidup pada situasi global. Dan yang terpenting adalah ketegasan,”kata Moeldoko.

3.Luhut Binsar Pandjaitan Mantan Jenderal TNI

Selain Noeldoko, ada juga sosok Luhut Binsar Pandjaitan. dia juga merupakan sosok pensiunan Jenderal bintang empat. Karir militernya banyak dihabiskan Pada Kopassus TNI AD. di kalangan militer dia dikenal sebagai Komandan pertama Detasemen 81.

Pada masa pemerintahan Habibie, Luhut diangkat menjadi Duta Besar Republik Indonesia untuk Negara Singapura. Lalu pada masa Presiden Gusdur, dia dipercaya menjadi Menteri Perdangangan dan Industri Indonesia.

Kemudian pada era Jokowi, Luhut Diangkat menjadi Kepala Staf Kepresidenan Indonesia. tidak belangsung lama, pada saat ada pergantian menteri, Luhut diberikan tugas baru sebagai seorang Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum Serta Keamanan. Kemudian pada tanggal 25 juli 2016, Dia Diangkat menjadi Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman.

Presiden Jokowi

4.Luhut Selalu Membela Jokowi

Sama juga dengan Moeldoko, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan juga membela habis-habisan pada saat PResiden Jokowi Diserang berbagai Kritik. Terlebih lagi pada saat Kritikan ini menjatukan Presiden Jokowi, Luhut akan selalu pasang badan dalam membela Jokowi.

Seperti pada saat Ketum Partai Gerindra, Prabowo Subianto yang mengatakan bahwa utang pemerintahan Indonesia pada saat ini terus menerus meningkat menjadi Rp. 9.000 Triliun. Menko Luhut Menilai bahwa Prabowo tidak mengerti tentang utang pemerintah.”Kalau enggak Ngerti, gak usah diomongin lah. Pemerintah juga gak bego-bego amat,”Kata Luhut.

Selain itu, Luhut juga sempat tidak terima ketika Presiden Jokowi Disebut ‘Ngibul’ Oleh Politikus Senior Amien Rais.”Ada Senior kita memberikan sertifikat ngibulin. apa yang ngibulin. Sertifikat ini memiliki proses yang panjang dan berbelit-belit. Sekarang cepat dan banyak. Saya pikir kita ngak bisa asal ngomong. dia 70 tahun, Saya juga 70 tahun,”Kata Luhut.