Berita Timses Jokowi

Pakai Strategi Babat Alas, Ini Respon Dari Timses Jokowi

Berita Timses Jokowi – Wakil Ketua dari TKN Jokowi-Ma’ruf Amin, Abdul Kadir Karding ini tidak sependapat dengan pengamat politik dan juga Universitas Paramadina, Hendri Satrio yang juga bisa menilai Jokowi ini menggunakan strategi ‘Babat alas’. Menurutnya  sangat banyaknya tokoh yang bergabung karena merasa puas dengan kinerja Kerja Jokowi.

“Menanggapi analisi dan juga pengamatan dari Mas Satrio, Saya juga bisa melihat bahwa dukungan banyaknya tokoh tersebut, dan juga kemudian kepala daerah, Tokoh agama, dan juga tokoh media ini bukan merupakan suatu yang memang tidak bisa kita sebut sebagai strategi babat alas. dan juga suatu dukungan ini datang karena memangnya suatu kinerja dari Pak Jokowi bisa di apresiasi oleh para tokoh-tokoh tersebut,” Kata Karding kepada Berita Timses Jokowi.

Karding juga menuturkan, suatu alasan lain kenapa Jokowi juga memiliki banyaknya para pendukung yaitu juga rekam Jejak Jokowi. Misalnya saja tidak terlibat masalah HAM dan juga Korupsi. “Disamping itu pastinya orang orang memiliki pendapat dengan Kepemimpinan pak Jokowi ini harapan mereka soal indonesia ini berpeluang diwujudkan, Satu contohnya misalnya Pak Yusril menyebutkan bahwa dia bergabung dengan suka rela dan tidak dibayar sebagai salah seorang pengacara profesional,” Kata Karding.

Disamping itu, dia juga menilai jika adanya tokoh yang terpaksa mendukung Jokowi karena diancam atau juga adanya alasan alasan yang lainnya, lambat Laun akan bisa diketahui oleh publik. Oleh karenanya dia juga menilai Jokowi ini didukung oleh pendukungnya secara ikhlas.

“Kalau Pak jokowi banyak yang mendukung itu juga memang orang orang mau dengan faktor yang di atas, bukan di enginerging oleh Pak Jokowi jika ini harus diambil dan juga sebagainya. Sekali lagi saya lebih suka mengartikan bahwa dukungan ini juga karena mereka semua dengan ikhlas memberikan dukungan kepada pak Jokowi,” Katanya.

Sebelumnya, Hendrio Satrio menilai Jokowi menggunakan strategi ‘Babat Alas’ didalam menghadapi Prabowo Subianto. jokowi ini disebut juga menyerap semua kekuatan politik ini demi memuluskan kemenangannya pada Pilpres 2019. “Bergabungnya toko-tokoh penting kedalam kubu Jokowi  bisa diibaratkan dua tim sepakbola. Tim sepakbola yang satu ini merekrut semua para pemain yang terbaik agar tim lain tidak memiliki para pemain yang bagus, sehingga akan dengan mudah dikalahkan,” Kata hendri.