Berita Mengenai Politik Indonesia

Yusril Jelaskan Kenapa Tinggalkan Prabowo-Sandi

Berita Mengenai Politik Indonesia – Advokat kondang dan juga Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza membenarkan adanya ajakan capres serta cawapres Prabowo Subianto dan juga Sandiaga Uno agar bisa bergabung pada tim pemenangan Pilpres 2019. Ajakan tersebut, kata dia terjadi sekitar kurang lebih 3 bulan yang lalu langsung dari Sandiaga dan juga Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Ferry Juliantono.

“Ya sepertinya sudah 3 bulan yang lalu. Tidak lama pencalonan presiden bukan bulan Agustus, Yah mungkin kira kira Dibulan Agustus sampai September,” kata Yusril ketika Dihubungi Berita Mengenai Politik Indonesia. Yusril akhirnya menolak untuk bergabung dengan Prabowo-Sandi karena merasa kecewa. Salah satunya adalah, dia menilai adanya kesan Prabowo-Sandi yang hanya ingin untuk menguntungkan timnya sendiri, dan bukannya menggunakan sistem ‘Take anda Gift’ atau timbal balik didalam koalisi.

Yusril yang selama ini dikenal dengan kena Kubu Prabowo. Bahkan dia juga sebagai pengacara Hizbut Tahrir Infonesia (HTI) yang kerap berseberangan dengan pemerintahan Jokowi. Namun pada Pilpres 2019, Dia meninggalkan Koalisi dari Prabowo.

“Saya katakan, Kami kan OBB dulu sudah pernah bantu pak Prabowo, kita juga sudah bantu Pak Sandi maju ke Gubernur DKI. Wagub DKI. kami juga memiliki kepentingan juga didalam berhasil lolos empt persen kedalam DPR,” katanya berdasarkan yang dilansir oleh¬†Berita Mengenai Politik Indonesia.

“Jadi kalau kami membantu Pak Prabowo-Sandi apa yang sebaliknya bisa dibantu oleh Pak Prabowo Dan Pak Sandi kepada kami. Tapi tidak ada jawaban sama sekali,” sambungnya.¬† Selama ini, Lanjutnya, tim dari Prabowo-Sandi tidak pernah merespon keinginannya. Dan juga bahkan setelah adanya draf aliansi yang dikeluarkan saat para petinggi PBB bertemu dengan Habib Rizieq di Arab Saudi.

“Pak Kaban dan juga Pak afriyansah Noor agar bisa bertemu dengan Habib Rizied dan juga membahas hal hal yang sama dan juga setelah itu juga mereka menyusun draf aliansi Partai-Partai dan juga itu diakukan kepada Pak Prabowo, namun juga sampai hari ini belum adanya respon,” Katanya.

Menurut Yusril, ini seharusnya ada didalam Koalisi adanya timbal balik yang sesuai. Pasalnya dia juga akan meluangkan waktu banyak agar bisa memenangkan Prabowo-Sandi. “Kalau saya juga diminta untuk menjadi tim suksesnya Pak Prabowo-Sandi, tapi juga harus diingat saja juga akan menjadi caleg di Jakut. Kan akan habis waktu saya untuk mengikuti Prabowo-Sandi,” Katanya.

“Tapi apakah Partai koalisinya juga ya semuanya ini akan bisa masuk kedalam parlemen baru tersebut yang namanya akan saling berkerja sama, namun jika anda diminta oleh bantu bapak, Bapak juga tidak mau bantu kami gimana jadinya tersebut. Tentunya juga tidak pernah adanya jawaban waktu itu juga, Jawaban Pak Sandi dan juga Pak ferry ya nanti akan kami bicarakan Kepada Pak Prabowo namun sampai sekarang ini juga masih belum ada jawabnya,” Katanya.

Diketahui, Pengacara Kondang Yusril Izha ini resmi menjadi kuasa hukum Capres Dan Cawapres No 1 Jokowi-Ma’ruf pada pilpres 2019. Padahal, Yusril yang juga selama ini diketahui sering berseberangan dengan Jokowi dan juga lebih dengan pada para Oposisi.

Waketum Gerindra, Ferry Juliantono mengaku, Pihaknya sempat juga mengajak Ketua Umum PBB ini untuk ikut didalam bergabung. Dan bahkan yang mengajaknya ini langsung Cawapres Sandiaga Uno.

“Saya sendiri bersama dengan Pak Sandiaga Uno juga pernah langsung menemui Pak Yusril dalam rangka mengajaknya berjuang bersama,” Kata Ferry, Selasa (6/11).